Before D-Day(1)





Sebelum Penerbangan

Acara pelepasan siswa SMA dimulai. "Yes, lulus SMA, mantap jiwa!" mungkin diantara teman-teman lainnya, aku yang paling bahagia dan paling santai disini. Teman-temanku setelah lulus masih galau masalah SBMPTN, tes kedinasan dan lain-lain. Sedang aku bersama kaum-kaum yang lolos SNMPTN sepertinya terlihat senyum-senyum sendiri, merasa seolah-olah terbebas dari banyak beban. Bahkan aku udah merasa santai dan tenang sejak sebelum UN, sebelum mendengar pengumuman SNMPTN teman-teman seangkatan. 
 Akan aku ceritakan tips dan pengalamanku meraih beasiswa pemerintah Rusia sebelum lulus SMA dilain artikel.
 Sebagai pembuka acara, waka (wakil kepala sekolah) bidang kurikulum pada saat itu Pak Tri Margono yang merupakan guru Bahasa Indonesia favorit di kelasku menyampaikan laporannya. Dalam laporannya itu menyebutkan beberapa jumlah siswa yang sudah mendapat almameter pada jenjang selanjutnya. Salah satu dari laporan itu berisikan bahwa aku adalah satu-satunya penerima beasiswa pemerintah di Rusia. Lalu teman-temanku bersorak, tepuk tangan, dan beberapa teman sekelasku mendorong pundakku sembari berteriak sendiri. Sungguh hal itu sangat membuatku bersyukur sampai seolah-olah sedang melayang, begitu tenang dan senang. Satu hal lagi saat panitia penyelenggara pelepasan, Bu Ismatin yang merupakan pengurus bagian kurikulum juga wali kelasku menunjukku mewakili teman-teman angkatan sebagai perwakilan penyerahan dari sekolah kepada orang tua. Kata beliau sih buat keren-keren. Apalagi itu merupakan acara puncak dari acara pelepasan. Itulah beberapa dari sekian banyak hal yang membuatku sangat bersyukur.

Acara pelepasan itu pun selesai, kami satu angkatan saling mengucapkan selamat, berfoto bersama dan beberapa sahabat mengajakku ke tempat tongkrongan favorit kami di Purwokerto. Kami saling bercerita, bercanda serta bernostalgia bersama saat masa-masa perjuangan di SMA. Ya, kami saat itu bersekolah di salah satu sekolah unggulan yaitu SMA N 1 Purwokerto. Disana kami bisa dibilang padat kegiatan baik akademik maupun non akademik. Mereka itulah teman se-tongkrongan aku disini, orang-orang penyuka proyek-proyek video atau film, atau bisa dibilang penyuka kesibukan tertentu yang entah ada faedahnya ataupun tidak. Hal itu mungkin akan aku ceritakan dilain artikel.

Masa-masa setelah kelulusan SMA bagiku adalah masa yang paling 'gabut'. Masa transisi (atau bisa dibilang libur) yang kurang lebih selama 6 bulan (1 semester). Banyak waktu yang terbuang, namun terbuang dengan pengalaman yang sangat berharga dan menyenangkan. 
Waktu-waktu itu harus betul-betul aku manfaatkan sebelum waktu kosong itu tak dapat ku jumpai lagi.
SELANJUTNYA: Before D-Day(2) on process

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INSTAGRAM

@septyan_ai